Jumat, 28 Juni 2013

[kau] pemilik hatiku....

[kau] pemilik hatiku....
Dulu....
Ada satu lagu yang liriknya sederhana tapi ngena banget dihati,mungkin karena waktu itu banget...banget...banget...mewakili apa yang sedang dirasaain. Jadi tiap denger atau nyanyiin lagu itu bawaannya melow selow kendo gitu.....
Siapa yang gak melow kalau liriknya aja nge-jleb kayak gini...
“kau terindah kan selalu terindah”
“aku bisa apa tuk memilikimu”
“kau terindah kan selalu terindah”
“harus bagaimana ku mengungkapkannya”
“KAU PEMILIK HATIKU”

Lihat aja baris pertama dan kedua “kau terindah kan selalu terindah,aku bisa apa tuk memilikimu” dibaca sekilas aja udah ketahuan banget kan maknanya,dimana-mana tuh yang namanya cinta harus memiliki boong banget mereka yang bilang cinta gak harus memiliki  atau aku ikut bahagia kok selama kamu juga bahagia meskipun bahagiamu itu gak sama aku.
Boong banget...!!!!
Pasti dalam hatinya njerit-jerit, KENAPA GAK SAMA GW AJAAAAAA..??KENAPAAAAA..???!!!
Satu hal yang aku tahu pasti,jangan pernah gengsi dalam hal yang namanya cinta. Jika kamu lebih mentingin gengsi daripada cinta itu sendiri ya selamat....makan tuh gengsi!
Jadi buat kalian yang masih aja nunggu duluan buat ditembak coba pikir-pikir lagi deh,kalian pantes gak buat ditunggu? Karena diluar sana banyak banget hati dan tulang rusuk yang sedang mencari pemiliknya,jodoh itu memang ditangan Tuhan tapi kalau kalian Cuma nunggu tanpa nglakuin sesuatu jodoh itu gak akan sampai ke kalian.
Selagi masih ada waktu
Selagi belum terlambat
Dan selagi semua masih tetap pada jalurnya

Perjuangin dan pertahanin!

-takdirmu,bukan pilihanmu-

-takdirmu,bukan pilihanmu-
        Dan akhirnya semua terlihat
        Seperti kehendak semesta
        Semua jalanku tak berarah kepadamu
        Mungkin salah hati ini
Untuk selalu ingin jadi milikmu
Dan kini kau tlah berdua

Mungkin tak seindah cinta kita dulu
Yang Cuma berjalan tanpa ada restu
Tak pernah ada dalam pikirku
Tiada dirimu di sisiku
Untuk kamu
Yang menjadikanku pilihanmu dulu
Jalanilah takdirmu
Karena ku tahu

Hatimu akan selalu untukku

-Terlalu lama makan hati-

-Terlalu lama makan hati-
        Terlalu lama terpendam rasa ini
        Terlalu lama ku makan hati
        Menghadapimu
        Ini semua tentang dirimu
        Tentang caramu
        Memperlakukan hatiku

        Tak sadarkah bahwa selama ini
        Bukan Cuma hati yang tersakiti
        Tetapi juga hidupku
        Diriku ini pemilik hatimu
        Bukannya musuh besarmu
        Bekerja samalah denganku
        Karena mungkin kelak aku ini adalah jodohmu

Tapi akhirnya aku berhenti sayang
Aku tak bisa melanjutkan semua
Semua kisah ini
Bersamamu aku tak mampu
Menghadapi semua
Semua kebohongan,semua tipu muslihat

Yang kau buat

Rabu, 26 Juni 2013

Hujan dan mie rebus

Hujan dan mie rebus,ada yang tahu gak hubungan antara hujan dan mie rebus?kalau buat anak kost yang namanya mie rebus itu udah familiar banget khususnya saya yang udah jadi anak kost sejak mulai kuliah di universitas swasta di kota seribu pintu ini. Satu sore di sebuah warung kopi pinggiran deket kampus ditemani hujan yang lumayan lebat dan saya yang lagi menghabiskan sisa-sisa terakhir mie pesenanku lalu datang sepasang cowok cewek duduk disebelah tempatku dan sepertinya mereka juga memesan makanan yang sama. Si cowok tampak memesan mie rebus dan es kopi dan ceweknya juga sama tapi es kopinya diganti dengan teh panas,mungkin untuk menghangatkan badannya yang tampak basah akibat hujan yang daritadi masih mengguyur daerah ini.
            Kelihatannya tangisan dari langit itu perlahan sudah mulai reda dan mulai banyak pengunjung warung itu mulai meninggalkan tempatnya entah untuk pulang ke rumah atau untuk melanjutkan perjalanannya lagi,begitu juga dengan sepasang cowok cewek yang tadi duduk disamping saya. Dan kelihatannya sebelum pulang ke kost aku harus ngantri dulu untuk membayar mie yang sudah cukup mengenyangkan aku sembari menunggu redanya hujan tadi,terlihat si cewek mencari-cari sesuatu di dompetnya. Ada yang hilang mbak tanyaku,dan dia Cuma melirik kearah saya sambil tersenyum kecil. Terlihat wajah ke dua pasangan tersebut tampak tegang ternyata dia sedang mencari uang kecil untuk membayar ke abang-abang warung kopi itu,sudah ada sekitar sepuluh menitan si cewek itu mengantri dan kliatannya si cowok juga tidak membawa uang cash.
            Karena sudah terlalu lama aku menyrobot antrian si cewek tadi untuk membayar mie pesenanku tadi,masih nyari uang kecil mbak tanyaku lagi...udah gak usah sudah saya bayar sekalian tadi kekurangannya kok,dengan muka bingung dan tangannya masih sibuk mencari sesuatu di dompetnya dia Cuma bilang hah?eemmm...makasih mas,aduh jadi gak enak gini malahan. Udah gak apa-apa jawabku,dan seketika wajah tegang si cowok berubah tampak lega.
            Sudah beberapa kali saya kewarung kopi itu dan bertemu dengan mereka berdua tapi tak ada percakapan sama sekali hanya Cuma sebatas saling menyapa satu sama lain. Tapi sore perempuan  itu terlihat sendiri tanpa ada lelaki yang biasa menemaninya ke warung kopi ini,dengan wajah yang terlihat sangat malas perempuan itu duduk di pojokan dan terlihat mendiamkan makanan yang sudah dipesannya daritadi. “Sendirian aja mbak?” sapaku untuk mencairkan suasana,perempuan itu sedikit terkejut mendengar ada yang menyapanya. Dengan singkat dia menjawab “iya” sambil tersenyum kecil,walaupun senyum itu terlihat dipaksakan tapi itu adalah senyum terindah pertama dia dipagi yang lumayan mendung ini. Tak lama kemudian suasana mulai mencair dan kami berdua mulai saling melempar tanya entah itu Cuma basa-basi atau memang kami berdua terbawa suasana karena saking asiknya ngobrol,tapi kami berdua menikmatinya....saya menikmatinya.
            Hari-hari berikutnya kami berdua sering janjian untuk bertemu di warung kopi ini,hanya kami berdua tanpa ada lelaki yang dulu sering menemani perempuan itu. Pernah saya memberanikan diri sekedar hanya untuk bertanya bagaimana sekarang kabar lelaki itu tapi dia Cuma diam dan terlihat mulai tidak menikmati topik pembicaraan yang saya mulai itu,dan mulai saat itu saya tahu bahwa topik itu sangat terlarang untuk dibicarakan saat berdua bersama dia. Satu sore pernah dia meminta saya untuk mengajaknya ke tempat tinggal saya dan sore itu juga akhirnya kami berdua sudah berada di kamar kost saya,tidak besar tidak juga kecil tapi nyaman itu yang aku suka dari kamar kost ini. Dan di sore-sore berikutnya dia mulai sering datang ke kosan saya tanpa ada kabar tiba-tiba dia sudah ada di depan kamar kost  tapi lebih sering datang tepatnya saat dia pulang kerja. Hari ini adalah hari yang spesial buatku dan aku berencana untuk memberitahukan berita gembira ini kepada perempuan itu perempuan yang sedikit demi sedikit mulai mengisi relung hati yang sudah lama tidak berpenghuni ini. Iya...perlahan-lahan aku mulai mencintai perempuan ini,dan sesaat kemudian perempuan itu datang sambil menenteng tas plastik berisi jajanan ringan yang tampaknya sebelum kesini dia mampir dulu ke minimarket untuk membelinya.
“ eh akhirnya datang juga yang udah ditunggu-tunggu daritadi”
“ oh udah nungguin ya?udah kengen banget ya sama aku? “ goda perempuan itu...
“ nggak hehehe,eh iya aku kangen tapi ada yang lebih penting lagi yang mau aku sampaein ke kamu “
“ apaan sih?kok kelihatannya serius banget gitu...”
Dengan muka penasaran perempuan itu mendekat dan bertanya sekali lagi “ada apa sayang?apa yang pengin kamu omongin...”
“ tadi pagi aku lulus ujian...iya akhirnya aku lulus...AKU LULUS \o/ “
“ aaaaahhhhhhhh  yang bener? Kok kamu gak bilang sama aku kalo tadi pagi kamu ujian sih, selamat ya sayang aku bangga sama kamu “
‘ iya,aku sengaja gak bilang karena aku mau ngasih surprise ke kamu “ J
“ selamat ya,akhirnya.....aku bener-bener bangga sama kamu”
Tanpa tahu siapa yang memulai tubuh kami berdua mulai saling berpelukan diatas kasur yang tipis di dalam kamar kost itu,dan perlahan bibir kami mulai bertemu dan disaat itu juga aku tahu bahwa bibir perempuan itu terasa sangat manis dan itu membuatku merasa ketagihan untuk merasakan manisnya lagi bibir itu. Setelah bergumul diatas kasur tipis itu cukup lama akhirnya kami mengambil jeda sebelum semuanya terlalu jauh, “ kamu harus ntraktir aku,aku mau mie rebus di tempat pertama kita ketemu dulu” katanya. Kemudian kami melanjutkan pergumulan yang tertunda tadi,saling bertukar keringat dan saya sangat menikmatinya...kami berdua menikmatinya.
            Hari ini saya akan menepati janji kepada wanita itu dan kami berdua janjian untuk langsung bertemu di warung itu,tak lama kemudian terlihat sesosok perempuan berambut panjang lebat dengan senyumnya yang selalu membuat setiap lelaki manapun jadi salah tingkah saat melihat senyumnya itu mulai mendekati saya.
“ udah daritadi? “
“ nggak aku barusan nyampe kok,yaudah buruan pesen yukk”
            Dan seperti biasa kami berdua mulai menghabiskan semangkok mie rebus itu tanpa tersisa,pada satu detik aku seakan memutar kembali memori yang dulu pernah terjadi di tempat ini...dulu aku hanya bisa melihat dia bersama lelaki itu tapi sekarang perempuan itu sedang bersamaku duduk disampingku,ada senyum kecil yang merekah di sudut bibir ini J
            Beberapa minggu terakhir ini adalah minggu-minggu yang sungguh menyiksa buat aku,perempuan itu....perempuan yang sudah menjadi pemilik hati ini tiba-tiba hilang lenyap tanpa kabar seperti terhisap lubang hitam di angkasa,tapi ada sesuatu didiriku yang masih yakin kalau perempuan itu akan kembali lagi entah kapan tapi aku yakin dia akan kembali. Selang dua hari kemudian terdengar suara pintu kamar kostku ada yang mengetuk,aku tak terlalu berselera untuk membukanya tapi suara itu semakin keras memaksaku untuk membukanya agar suara itu tidak membisingkan telingaku lagi. Rambut itu,wangi parfum yang khas itu,sosok itu pernah aku kenal perempuan itu..perempuanku akhirnya kembali tapi ada sesuatu yang mengganjal tidak seperti biasanya dan aku bisa merasakan itu.
Tanpa ada basa basi perempuan itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya,selembar uang lima ribuan dan sebuah undangan berwarna ungu seperti warna kesukaannya kalau aku tidak salah ingat.
“ satu minggu lagi aku akan menikah,aku kesini sengaja untuk mengantarkan undangan dan membayar hutang kami dulu”
“ kami? dulu?hutang apa? “
“ aku akan menikah dengan lelaki itu saat dimana kita pertama kali bertemu, dan pertama kalinya juga kami berdua berhutang kepadamu “
            Tanpa ada banyak kata yang terucap dan sunyi yang langsung merajai seluruh wilayah itu perempuan itu pun perlahan beranjak meninggalkan aku bersama dengan selembar uang lima ribuan dan satu buah undangan yang di depannya tertuliskan dengan huruf cetak tebal nama si perempuan dan lelaki itu,iya...nama perempuan dan lelaki itu dan bukan namaku yang ada di situ....bukan...! entah bagaimana caranya aku menggambarkan apa yang sudah terjadi di depan mataku barusan tapi yang jelas hati ini kembali hancur bersama dengan semua kepingan-kepingan di dalamnya tak berbekas lenyap.
            Perempuanku sudah tak seperti dulu dia berubah,dan yang paling menyakitkan aku menikmati semua sakit yang diberikannya. Walau bagaimanapun  juga hariku cerita kita pernah indah meski Cuma sesaat.




-ferryirawan-

27 juni 2013