Hujan dan mie rebus,ada yang tahu gak hubungan antara
hujan dan mie rebus?kalau buat anak kost yang namanya mie rebus itu udah
familiar banget khususnya saya yang udah jadi anak kost sejak mulai kuliah di
universitas swasta di kota seribu pintu ini. Satu sore di sebuah warung kopi
pinggiran deket kampus ditemani hujan yang lumayan lebat dan saya yang lagi
menghabiskan sisa-sisa terakhir mie pesenanku lalu datang sepasang cowok cewek
duduk disebelah tempatku dan sepertinya mereka juga memesan makanan yang sama.
Si cowok tampak memesan mie rebus dan es kopi dan ceweknya juga sama tapi es
kopinya diganti dengan teh panas,mungkin untuk menghangatkan badannya yang
tampak basah akibat hujan yang daritadi masih mengguyur daerah ini.
Kelihatannya
tangisan dari langit itu perlahan sudah mulai reda dan mulai banyak pengunjung
warung itu mulai meninggalkan tempatnya entah untuk pulang ke rumah atau untuk
melanjutkan perjalanannya lagi,begitu juga dengan sepasang cowok cewek yang
tadi duduk disamping saya. Dan kelihatannya sebelum pulang ke kost aku harus
ngantri dulu untuk membayar mie yang sudah cukup mengenyangkan aku sembari
menunggu redanya hujan tadi,terlihat si cewek mencari-cari sesuatu di dompetnya.
Ada yang hilang mbak tanyaku,dan dia Cuma melirik kearah saya sambil tersenyum
kecil. Terlihat wajah ke dua pasangan tersebut tampak tegang ternyata dia
sedang mencari uang kecil untuk membayar ke abang-abang warung kopi itu,sudah
ada sekitar sepuluh menitan si cewek itu mengantri dan kliatannya si cowok juga
tidak membawa uang cash.
Karena
sudah terlalu lama aku menyrobot antrian si cewek tadi untuk membayar mie
pesenanku tadi,masih nyari uang kecil mbak tanyaku lagi...udah gak usah sudah
saya bayar sekalian tadi kekurangannya kok,dengan muka bingung dan tangannya
masih sibuk mencari sesuatu di dompetnya dia Cuma bilang hah?eemmm...makasih
mas,aduh jadi gak enak gini malahan. Udah gak apa-apa jawabku,dan seketika
wajah tegang si cowok berubah tampak lega.
Sudah
beberapa kali saya kewarung kopi itu dan bertemu dengan mereka berdua tapi tak
ada percakapan sama sekali hanya Cuma sebatas saling menyapa satu sama lain.
Tapi sore perempuan itu terlihat sendiri
tanpa ada lelaki yang biasa menemaninya ke warung kopi ini,dengan wajah yang
terlihat sangat malas perempuan itu duduk di pojokan dan terlihat mendiamkan
makanan yang sudah dipesannya daritadi. “Sendirian aja mbak?” sapaku untuk
mencairkan suasana,perempuan itu sedikit terkejut mendengar ada yang
menyapanya. Dengan singkat dia menjawab “iya” sambil tersenyum kecil,walaupun
senyum itu terlihat dipaksakan tapi itu adalah senyum terindah pertama dia
dipagi yang lumayan mendung ini. Tak lama kemudian suasana mulai mencair dan
kami berdua mulai saling melempar tanya entah itu Cuma basa-basi atau memang
kami berdua terbawa suasana karena saking asiknya ngobrol,tapi kami berdua
menikmatinya....saya menikmatinya.
Hari-hari
berikutnya kami berdua sering janjian untuk bertemu di warung kopi ini,hanya
kami berdua tanpa ada lelaki yang dulu sering menemani perempuan itu. Pernah saya
memberanikan diri sekedar hanya untuk bertanya bagaimana sekarang kabar lelaki
itu tapi dia Cuma diam dan terlihat mulai tidak menikmati topik pembicaraan
yang saya mulai itu,dan mulai saat itu saya tahu bahwa topik itu sangat
terlarang untuk dibicarakan saat berdua bersama dia. Satu sore pernah dia
meminta saya untuk mengajaknya ke tempat tinggal saya dan sore itu juga
akhirnya kami berdua sudah berada di kamar kost saya,tidak besar tidak juga
kecil tapi nyaman itu yang aku suka dari kamar kost ini. Dan di sore-sore
berikutnya dia mulai sering datang ke kosan saya tanpa ada kabar tiba-tiba dia
sudah ada di depan kamar kost tapi lebih
sering datang tepatnya saat dia pulang kerja. Hari ini adalah hari yang spesial
buatku dan aku berencana untuk memberitahukan berita gembira ini kepada
perempuan itu perempuan yang sedikit demi sedikit mulai mengisi relung hati
yang sudah lama tidak berpenghuni ini. Iya...perlahan-lahan aku mulai mencintai
perempuan ini,dan sesaat kemudian perempuan itu datang sambil menenteng tas
plastik berisi jajanan ringan yang tampaknya sebelum kesini dia mampir dulu ke
minimarket untuk membelinya.
“ eh akhirnya datang juga yang udah ditunggu-tunggu
daritadi”
“ oh udah nungguin ya?udah kengen banget ya sama aku? “
goda perempuan itu...
“ nggak hehehe,eh iya aku kangen tapi ada yang lebih
penting lagi yang mau aku sampaein ke kamu “
“ apaan sih?kok kelihatannya serius banget gitu...”
Dengan muka penasaran perempuan itu mendekat dan bertanya
sekali lagi “ada apa sayang?apa yang pengin kamu omongin...”
“ tadi pagi aku lulus ujian...iya akhirnya aku
lulus...AKU LULUS \o/ “
“ aaaaahhhhhhhh
yang bener? Kok kamu gak bilang sama aku kalo tadi pagi kamu ujian sih,
selamat ya sayang aku bangga sama kamu “
‘ iya,aku sengaja gak bilang karena aku mau ngasih
surprise ke kamu “ J
“ selamat ya,akhirnya.....aku bener-bener bangga sama
kamu”
Tanpa tahu siapa yang memulai tubuh kami berdua mulai
saling berpelukan diatas kasur yang tipis di dalam kamar kost itu,dan perlahan
bibir kami mulai bertemu dan disaat itu juga aku tahu bahwa bibir perempuan itu
terasa sangat manis dan itu membuatku merasa ketagihan untuk merasakan manisnya
lagi bibir itu. Setelah bergumul diatas kasur tipis itu cukup lama akhirnya
kami mengambil jeda sebelum semuanya terlalu jauh, “ kamu harus ntraktir
aku,aku mau mie rebus di tempat pertama kita ketemu dulu” katanya. Kemudian kami
melanjutkan pergumulan yang tertunda tadi,saling bertukar keringat dan saya
sangat menikmatinya...kami berdua menikmatinya.
Hari ini
saya akan menepati janji kepada wanita itu dan kami berdua janjian untuk
langsung bertemu di warung itu,tak lama kemudian terlihat sesosok perempuan
berambut panjang lebat dengan senyumnya yang selalu membuat setiap lelaki
manapun jadi salah tingkah saat melihat senyumnya itu mulai mendekati saya.
“ udah daritadi? “
“ nggak aku barusan nyampe kok,yaudah buruan pesen yukk”
Dan seperti
biasa kami berdua mulai menghabiskan semangkok mie rebus itu tanpa tersisa,pada
satu detik aku seakan memutar kembali memori yang dulu pernah terjadi di tempat
ini...dulu aku hanya bisa melihat dia bersama lelaki itu tapi sekarang
perempuan itu sedang bersamaku duduk disampingku,ada senyum kecil yang merekah
di sudut bibir ini J
Beberapa
minggu terakhir ini adalah minggu-minggu yang sungguh menyiksa buat
aku,perempuan itu....perempuan yang sudah menjadi pemilik hati ini tiba-tiba
hilang lenyap tanpa kabar seperti terhisap lubang hitam di angkasa,tapi ada
sesuatu didiriku yang masih yakin kalau perempuan itu akan kembali lagi entah
kapan tapi aku yakin dia akan kembali. Selang dua hari kemudian terdengar suara
pintu kamar kostku ada yang mengetuk,aku tak terlalu berselera untuk membukanya
tapi suara itu semakin keras memaksaku untuk membukanya agar suara itu tidak
membisingkan telingaku lagi. Rambut itu,wangi parfum yang khas itu,sosok itu
pernah aku kenal perempuan itu..perempuanku akhirnya kembali tapi ada sesuatu
yang mengganjal tidak seperti biasanya dan aku bisa merasakan itu.
Tanpa ada basa basi perempuan itu mengeluarkan sesuatu
dari dalam tasnya,selembar uang lima ribuan dan sebuah undangan berwarna ungu
seperti warna kesukaannya kalau aku tidak salah ingat.
“ satu minggu lagi aku akan menikah,aku kesini sengaja
untuk mengantarkan undangan dan membayar hutang kami dulu”
“ kami? dulu?hutang apa? “
“ aku akan menikah dengan lelaki itu saat dimana kita
pertama kali bertemu, dan pertama kalinya juga kami berdua berhutang kepadamu “
Tanpa ada
banyak kata yang terucap dan sunyi yang langsung merajai seluruh wilayah itu perempuan
itu pun perlahan beranjak meninggalkan aku bersama dengan selembar uang lima
ribuan dan satu buah undangan yang di depannya tertuliskan dengan huruf cetak
tebal nama si perempuan dan lelaki itu,iya...nama perempuan dan lelaki itu dan
bukan namaku yang ada di situ....bukan...! entah bagaimana caranya aku
menggambarkan apa yang sudah terjadi di depan mataku barusan tapi yang jelas
hati ini kembali hancur bersama dengan semua kepingan-kepingan di dalamnya tak
berbekas lenyap.
Perempuanku
sudah tak seperti dulu dia berubah,dan yang paling menyakitkan aku menikmati
semua sakit yang diberikannya. Walau bagaimanapun juga hariku cerita kita pernah indah meski Cuma
sesaat.
-ferryirawan-
27 juni 2013