Kamis, 10 Juli 2014

Sahabat jadi cinta


Pasti kita semua pernah dengar atau malah ngerasain istilah di atas,  dari sahabat udah ngerasa nyaman terus disini mulai  si cupid campur tangan dan salah satu atau bahkan keduanya mulai ngerasain percikan-percikan cinta dan akhirnya salah satu dari mereka pun mulai memberanikan diri buat jujur satu sama lain bahwa sayangnya itu udah lebih dari sekedar sayang terhadap sahabat. Cerita ini akan berakhir indah kalau keduanya ngerasain perasaan yang sama, tapi seperti kata dewa19 kalau cuma bertepuk sebelah tangan maka gak akan berakhir indah untuk ke dua sahabat ini. Malah kadang persahabatan itu bisa saja hancur karena satu kata, cinta.
Cinta memang butuh pengorbanan, tapi apa harus persahabatan itu menjadi tumbal hanya untuk mendapatkan cinta?
Gak ada yang tahu cinta itu seperti apa, cinta itu dirasain, cinta itu gak berbentuk.

“Dit, makan yuk udah laper nih”
“Ayok...”
“Tapi gw traktir ya tan, lagi bokek nih hehehe”
“Ah lu kapan sih gak bokek.”

Yudhit adalah seorang mahasiswa semester uzur jurusan teknik dan dia adalah salah satu dedengkot di kampus yang sudah termasuk barang langka karena semua teman seangkatannya sudah pada lulus semua, tinggal yudhit doang yang masih betah nongkrong dikampus tercintanya itu.
Sedangkan intan adalah mahasiswi baru di kampus itu, anaknya asik diajak ngobrol, rambut cepolan, kacamataan, cantik tapi tomboy. Karena sifatnya yang gampang bergaul terutama dengan lawan jenisnya itu yang buat intan gampang dapat banyak teman buat anak baru seukuran dia. Dan yudhit adalah salah satu teman barunya yang sekarang udah naik pangkat dari teman jadi sahabat.
Karena kedekatan dua orang sahabat ini banyak anak dikampus yang mengira kalau mereka berdua jadian, tapi mereka berdua cuek-cuek aja nanggepin komentar teman-temannya.

“Dit, skripsi lu udah nyampe mana? kemaren pak budi nanyain ke gw tentang lu”
“Gw jawab aja lagi pusing sama skripsinya pak”
“Nah pinter nih bocah!”
“Gak tahu tan, gw lagi mentok nih puyeengg”
“Yaudah ntar abis makan gw temenin ke perpus ya, gw bantuin cariin buku-bukunya deh”
“Yaaaaa......yaaaaaa.....yayayayaaa.......”
“Ah, besok aja deh udah gak mood gw hari ini”
“Aahhh lu!”
Seperti biasa keadaan kampus siang itu mulai ramai dengan para mahasiswa yang hilir mudik, dan di satu sudut kantin terlihat Yudhit sudah nongkrong di sana dengan secangkir kopi hitam kesukaannya dan tangan kanannya mengapit rokok seperti biasa. Dari kejauhan terlihat seorang perempuan berlari-lari kecil menghampirinya, Intan. Semalam mereka memang sudah janjian untuk ketemu di kantin kampus.
“sorry dhit telat, kesiangan gw tadi bangunnya”
“ah lu, dasar kebo kan udah gw bangunin tadi”
“hehehe namanya juga kesiangan, kasur gw posesif banget kalo gw tinggal-tinggal gini”
“makan dulu ya, belum sarapan nih lagian tuh perpus juga gak bakalan kemana-mana kok”
“udah aku pesenin tadi, nasi gongso sama es teh manis kan?”
“ah lu emang sahabat yang paling ngertiin gw”
Yudhit memang sudah hapal sama sahabatnya yang satu ini, kalo dikantin pasti pesennya nasi gongso sama es teh manis dan gak pernah berubah sampai sekarang.
Panasnya siang itu mendadak berubah sejuk, es teh manis gak ada apa-apanya dibanding pemandangan yang dilihat Yudhit waktu itu di depan matanya. Tanpa sadar matanya sudah melakukan atraksi curi-curi pandang ke Intan.
“Perasaan apa ini?”
“kenapa gw tiba-tiba jadi suka curi-curi pandang ke intan”
Hari ini bagi yudhit, intan kelihatan beda gak tahu kenapa. Diam-diam yudhit masih mencari tahu sebenarnya perasaan apa yang barusan merasuki yudhit.
“udah yuk buruan,udah pada kumpul anak-anak kayaknya”
“yuk”
Siang itu sampai sore mereka habiskan berkutat dengan banyaknya buku-buku dan jurnal di perpustakaan kampus,tanpa mereka sadari senja sudah mulai menampakkan kilaunya dan seperti biasa kedua sahabat ini selalu menyempatkan diri untuk naik ke loteng kampus. Diatas sana adalah tempat yang paling bagus untuk menikmati senja,salah satu tempat favorit mereka berdua.
Sepanjang malam ini Yudhit gelisah,tak tahu apa yang merasukinya sampai tiba-tiba bayangan Intan melintas memenuhi pikirannya. Yudhit tak tahu apa yang dirasakannya, tapi ketika berada di samping Intan perempuan yang kini menjadi sahabatnya itu dia merasa nyaman dan rasa yang ditakutkan itu tiba-tiba muncul bahwa rasa sayangnya itu lebih dari sekedar sahabat. Yudhit tidak tahu apakah Intan juga merasakan hal yang sama tapi rasa itu selalu dia kubur dalam-dalam karena dia tidak mau persahabatannya hancur gara-gara dia menghianati kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya sebagai sahabat.
BERSAMBUNG
Bagaimana akhir cerita dari kedua sahabat ini, apakah Yudhit punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada Intan ataukah dia menyimpan rasa itu sendiri? Kita tunggu aja kelanjutan cerita Yudhit dan Intan minggu depan.

Sahabat jadi cinta itu sebenarnya gimana sih?Boleh dong kasih komen kalian disini,thank you. \o/