Pasti kita semua pernah dengar atau malah ngerasain istilah di atas, dari sahabat udah ngerasa nyaman terus disini
mulai si cupid campur tangan dan salah
satu atau bahkan keduanya mulai ngerasain percikan-percikan cinta dan akhirnya salah
satu dari mereka pun mulai memberanikan diri buat jujur satu sama lain bahwa
sayangnya itu udah lebih dari sekedar sayang terhadap sahabat. Cerita ini akan
berakhir indah kalau keduanya ngerasain perasaan yang sama, tapi seperti kata
dewa19 kalau cuma bertepuk sebelah tangan maka gak akan berakhir indah untuk ke
dua sahabat ini. Malah kadang persahabatan itu bisa saja hancur karena satu
kata, cinta.
Cinta memang butuh pengorbanan, tapi apa harus persahabatan itu menjadi
tumbal hanya untuk mendapatkan cinta?
Gak ada yang tahu cinta itu seperti apa, cinta itu dirasain, cinta itu gak
berbentuk.
“Dit, makan yuk udah laper nih”
“Ayok...”
“Tapi gw traktir ya tan, lagi bokek nih hehehe”
“Ah lu kapan sih gak bokek.”
Yudhit adalah seorang mahasiswa semester uzur jurusan teknik dan dia adalah
salah satu dedengkot di kampus yang sudah termasuk barang langka karena semua
teman seangkatannya sudah pada lulus semua, tinggal yudhit doang yang masih
betah nongkrong dikampus tercintanya itu.
Sedangkan intan adalah mahasiswi baru di kampus itu, anaknya asik diajak
ngobrol, rambut cepolan, kacamataan, cantik tapi tomboy. Karena sifatnya yang
gampang bergaul terutama dengan lawan jenisnya itu yang buat intan gampang
dapat banyak teman buat anak baru seukuran dia. Dan yudhit adalah salah satu
teman barunya yang sekarang udah naik pangkat dari teman jadi sahabat.
Karena kedekatan dua orang sahabat ini banyak anak dikampus yang mengira
kalau mereka berdua jadian, tapi mereka berdua cuek-cuek aja nanggepin komentar
teman-temannya.
“Dit, skripsi lu udah nyampe mana? kemaren pak budi nanyain ke gw tentang
lu”
“Gw jawab aja lagi pusing sama skripsinya pak”
“Nah pinter nih bocah!”
“Gak tahu tan, gw lagi mentok nih puyeengg”
“Yaudah ntar abis makan gw temenin ke perpus ya, gw bantuin cariin
buku-bukunya deh”
“Yaaaaa......yaaaaaa.....yayayayaaa.......”
“Ah, besok aja deh udah gak mood gw hari ini”
“Aahhh lu!”
Seperti
biasa keadaan kampus siang itu mulai ramai dengan para mahasiswa yang hilir
mudik, dan di satu sudut kantin terlihat Yudhit sudah nongkrong di sana dengan
secangkir kopi hitam kesukaannya dan tangan kanannya mengapit rokok seperti
biasa. Dari kejauhan terlihat seorang perempuan berlari-lari kecil
menghampirinya, Intan. Semalam mereka memang sudah janjian untuk ketemu di
kantin kampus.
“sorry
dhit telat, kesiangan gw tadi bangunnya”
“ah
lu, dasar kebo kan udah gw bangunin tadi”
“hehehe
namanya juga kesiangan, kasur gw posesif banget kalo gw tinggal-tinggal gini”
“makan
dulu ya, belum sarapan nih lagian tuh perpus juga gak bakalan kemana-mana kok”
“udah
aku pesenin tadi, nasi gongso sama es teh manis kan?”
“ah
lu emang sahabat yang paling ngertiin gw”
Yudhit
memang sudah hapal sama sahabatnya yang satu ini, kalo dikantin pasti pesennya
nasi gongso sama es teh manis dan gak pernah berubah sampai sekarang.
Panasnya
siang itu mendadak berubah sejuk, es teh manis gak ada apa-apanya dibanding
pemandangan yang dilihat Yudhit waktu itu di depan matanya. Tanpa sadar matanya
sudah melakukan atraksi curi-curi pandang ke Intan.
“Perasaan
apa ini?”
“kenapa
gw tiba-tiba jadi suka curi-curi pandang ke intan”
Hari
ini bagi yudhit, intan kelihatan beda gak tahu kenapa. Diam-diam yudhit masih
mencari tahu sebenarnya perasaan apa yang barusan merasuki yudhit.
“udah
yuk buruan,udah pada kumpul anak-anak kayaknya”
“yuk”
Siang
itu sampai sore mereka habiskan berkutat dengan banyaknya buku-buku dan jurnal
di perpustakaan kampus,tanpa mereka sadari senja sudah mulai menampakkan
kilaunya dan seperti biasa kedua sahabat ini selalu menyempatkan diri untuk
naik ke loteng kampus. Diatas sana adalah tempat yang paling bagus untuk
menikmati senja,salah satu tempat favorit mereka berdua.
Sepanjang
malam ini Yudhit gelisah,tak tahu apa yang merasukinya sampai tiba-tiba bayangan
Intan melintas memenuhi pikirannya. Yudhit tak tahu apa yang dirasakannya, tapi
ketika berada di samping Intan perempuan yang kini menjadi sahabatnya itu dia
merasa nyaman dan rasa yang ditakutkan itu tiba-tiba muncul bahwa rasa
sayangnya itu lebih dari sekedar sahabat. Yudhit tidak tahu apakah Intan juga
merasakan hal yang sama tapi rasa itu selalu dia kubur dalam-dalam karena dia
tidak mau persahabatannya hancur gara-gara dia menghianati kepercayaan yang
sudah diberikan kepadanya sebagai sahabat.
BERSAMBUNG
Bagaimana
akhir cerita dari kedua sahabat ini, apakah Yudhit punya keberanian untuk
mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada Intan ataukah dia menyimpan
rasa itu sendiri? Kita tunggu aja kelanjutan cerita Yudhit dan Intan minggu
depan.
Sahabat
jadi cinta itu sebenarnya gimana sih?Boleh dong kasih komen kalian disini,thank
you. \o/



