Kamis, 01 Oktober 2015

saat semua keadaan sudah jelas adanya perlukan diberi judul tulisan ini?

Jadi malam itu memang oii sedikit lebih rewel dari biasanya sampai se isi rumah berantakan,kelihatan banget kalo dia lagi nyari perhatian sama sapa aja yang lewat di depannya. Buat yang belum tau oii itu panggilan kesayangan buat anjing gw,anjing jenis pommerian ini sebenernya secara teknis bukan punya gw karena beberapa bulan yang lalu secara ajaib anjing ini tau-tau muncul dan mulai nemenin gw kemana aja gw pergi. Tapi cukup tentang oii,cerita ini sebenernya bukan mau nyeritain tentang si anjing ajaib itu tapi tentang orang yang punya andil cukup besar kenapa oii bisa hadir di hidup gw.
Gak tau kenapa akhir-akhir ini gw seneng banget ribet,mulai dari ngribetin hubungan orang,kerjaan orang ampe orang yang gw ribetin mungkin akhirnya jenuh sendiri dan akhirnya yaa gitu... iya,berakhir.
Malam itu langit kelihatan sedih banget,sepi,gak ada bintang secuil pun yang sanggup menampakkan terangnya. Sayang,tolong ingat malam ini, malam yang sepi tak berbintang ini dimana kita saling melihat keatas melihat langit yang sama. Aku kangen kamu,dan malam pun ikut andil menyampaikan pesan ini. Terima kasih untuk semuanya,itu kata-kata terakhir yang aku dengar dari bibirmu yang mungil itu. Mungkin kedengaran klise kalo ini memang sudah waktunya kita berpisah,sudah terlalu lama kita mengulur-ngulur waktu untuk bisa memahami satu sama lain yang hasilnya cuma selalu dan selalu sama. Mungkin dilain waktu kita bisa bertemu dikesempatan yang lebih baik lagi,mungkin.

Ada satu nama yang selalu disebut saat rindu tiba-tiba seenaknya datang,tapi kadang rindu ini terlalu lelah untuk mengucap, terlalu entah untuk dinalar. Karena kamu diluar logikaku,dan hati ini sudah terlalu redam untuk ditukar dengan logika.


September,302015
 

Kamis, 09 Juli 2015

TIPS MEMILIH KEMEJA FLANNEL

Kemeja flannel merupakan salah satu item pakaian yang paling banyak diminati tidak hanya oleh kaum  pria tapi sekarang para wanitapun sudah mulai menyukai bahan kemeja yang satu ini,selain cocok dipakai diberbagai event kasual hal ini juga yang membuat kemeja flannel menjadi cukup populer dikalangan anak muda jaman sekarang.
Berikut beberapa tips tentang memilih kemeja flannel.

1.    The Color.
Merah dan biru merupakan warna yang paling banyak kita temui untuk bahan yang satu ini. Disaat memilih warna pastikan juga untuk mencocokkan dengan bawahan yang kamu punya,tapi biasanya bahan-bahan jeans dengan warna gelap pasti cocok dipasangkan dengan kemeja flannel warna apapun.

2.    Fit is everything.
Buat kalian yang “melek mode” pasti sudah tahu dan paham pentingnya ukuran suatu baju yang akan dikenakan,kalau terlalu kecil atau terlalu besar tidak akan cocok dipakai alangkah lebih baiknya pilih yang pas saja. Sebagus, semahal dan sekeren apapun kemeja flannel kamu kalau ukurannya tidak pas dengan ukuran tubuhmu tetap saja akan terlihat jelek.



3.    Combine with neutral.
Motif pada kemeja flannel sudah cukup ramai jadi jangan dipasangkan dengan bawahan dengan motif yang ramai juga,lebih baik dipasangkan dengan motif yang berwarna netral. Hitam dan coklat bisa menjadi salah satu warna pilihan kalian.

4.    Casual style.
Kemeja flannel cocok untuk dipakai dalam acara kasual,beberapa orang juga memakainya saat bekerja dikantor seperti saya sendiri juga lebih sering memakai kemeja flannel saat ke kantor tiap harinya,karena dikantor saya mengijinkan karyawannya memakai baju bebas. Tergantung kebijakan kantor kalian masing-masing sih.

5.    Pattern size.
Buat kalian yang bertubuh besar, usahakan memilih motif yang tidak terlalu besar tentu agar tidak terlihat semakin buueesaarrrr. Dan buat kalian yang tubuhnya tergolong kecil sah-sah saja memakai motif apa saja.

Buat kalian yang mencari kemeja flannel berkualitas, silahkan cek di akun instagram kita @uptree_id . Local brand yang satu ini menyediakan segala kegilaan kalian tentang flannel.

WEAR YOUR PASSION WITH UPTREE





Kamis, 10 Juli 2014

Sahabat jadi cinta


Pasti kita semua pernah dengar atau malah ngerasain istilah di atas,  dari sahabat udah ngerasa nyaman terus disini mulai  si cupid campur tangan dan salah satu atau bahkan keduanya mulai ngerasain percikan-percikan cinta dan akhirnya salah satu dari mereka pun mulai memberanikan diri buat jujur satu sama lain bahwa sayangnya itu udah lebih dari sekedar sayang terhadap sahabat. Cerita ini akan berakhir indah kalau keduanya ngerasain perasaan yang sama, tapi seperti kata dewa19 kalau cuma bertepuk sebelah tangan maka gak akan berakhir indah untuk ke dua sahabat ini. Malah kadang persahabatan itu bisa saja hancur karena satu kata, cinta.
Cinta memang butuh pengorbanan, tapi apa harus persahabatan itu menjadi tumbal hanya untuk mendapatkan cinta?
Gak ada yang tahu cinta itu seperti apa, cinta itu dirasain, cinta itu gak berbentuk.

“Dit, makan yuk udah laper nih”
“Ayok...”
“Tapi gw traktir ya tan, lagi bokek nih hehehe”
“Ah lu kapan sih gak bokek.”

Yudhit adalah seorang mahasiswa semester uzur jurusan teknik dan dia adalah salah satu dedengkot di kampus yang sudah termasuk barang langka karena semua teman seangkatannya sudah pada lulus semua, tinggal yudhit doang yang masih betah nongkrong dikampus tercintanya itu.
Sedangkan intan adalah mahasiswi baru di kampus itu, anaknya asik diajak ngobrol, rambut cepolan, kacamataan, cantik tapi tomboy. Karena sifatnya yang gampang bergaul terutama dengan lawan jenisnya itu yang buat intan gampang dapat banyak teman buat anak baru seukuran dia. Dan yudhit adalah salah satu teman barunya yang sekarang udah naik pangkat dari teman jadi sahabat.
Karena kedekatan dua orang sahabat ini banyak anak dikampus yang mengira kalau mereka berdua jadian, tapi mereka berdua cuek-cuek aja nanggepin komentar teman-temannya.

“Dit, skripsi lu udah nyampe mana? kemaren pak budi nanyain ke gw tentang lu”
“Gw jawab aja lagi pusing sama skripsinya pak”
“Nah pinter nih bocah!”
“Gak tahu tan, gw lagi mentok nih puyeengg”
“Yaudah ntar abis makan gw temenin ke perpus ya, gw bantuin cariin buku-bukunya deh”
“Yaaaaa......yaaaaaa.....yayayayaaa.......”
“Ah, besok aja deh udah gak mood gw hari ini”
“Aahhh lu!”
Seperti biasa keadaan kampus siang itu mulai ramai dengan para mahasiswa yang hilir mudik, dan di satu sudut kantin terlihat Yudhit sudah nongkrong di sana dengan secangkir kopi hitam kesukaannya dan tangan kanannya mengapit rokok seperti biasa. Dari kejauhan terlihat seorang perempuan berlari-lari kecil menghampirinya, Intan. Semalam mereka memang sudah janjian untuk ketemu di kantin kampus.
“sorry dhit telat, kesiangan gw tadi bangunnya”
“ah lu, dasar kebo kan udah gw bangunin tadi”
“hehehe namanya juga kesiangan, kasur gw posesif banget kalo gw tinggal-tinggal gini”
“makan dulu ya, belum sarapan nih lagian tuh perpus juga gak bakalan kemana-mana kok”
“udah aku pesenin tadi, nasi gongso sama es teh manis kan?”
“ah lu emang sahabat yang paling ngertiin gw”
Yudhit memang sudah hapal sama sahabatnya yang satu ini, kalo dikantin pasti pesennya nasi gongso sama es teh manis dan gak pernah berubah sampai sekarang.
Panasnya siang itu mendadak berubah sejuk, es teh manis gak ada apa-apanya dibanding pemandangan yang dilihat Yudhit waktu itu di depan matanya. Tanpa sadar matanya sudah melakukan atraksi curi-curi pandang ke Intan.
“Perasaan apa ini?”
“kenapa gw tiba-tiba jadi suka curi-curi pandang ke intan”
Hari ini bagi yudhit, intan kelihatan beda gak tahu kenapa. Diam-diam yudhit masih mencari tahu sebenarnya perasaan apa yang barusan merasuki yudhit.
“udah yuk buruan,udah pada kumpul anak-anak kayaknya”
“yuk”
Siang itu sampai sore mereka habiskan berkutat dengan banyaknya buku-buku dan jurnal di perpustakaan kampus,tanpa mereka sadari senja sudah mulai menampakkan kilaunya dan seperti biasa kedua sahabat ini selalu menyempatkan diri untuk naik ke loteng kampus. Diatas sana adalah tempat yang paling bagus untuk menikmati senja,salah satu tempat favorit mereka berdua.
Sepanjang malam ini Yudhit gelisah,tak tahu apa yang merasukinya sampai tiba-tiba bayangan Intan melintas memenuhi pikirannya. Yudhit tak tahu apa yang dirasakannya, tapi ketika berada di samping Intan perempuan yang kini menjadi sahabatnya itu dia merasa nyaman dan rasa yang ditakutkan itu tiba-tiba muncul bahwa rasa sayangnya itu lebih dari sekedar sahabat. Yudhit tidak tahu apakah Intan juga merasakan hal yang sama tapi rasa itu selalu dia kubur dalam-dalam karena dia tidak mau persahabatannya hancur gara-gara dia menghianati kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya sebagai sahabat.
BERSAMBUNG
Bagaimana akhir cerita dari kedua sahabat ini, apakah Yudhit punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada Intan ataukah dia menyimpan rasa itu sendiri? Kita tunggu aja kelanjutan cerita Yudhit dan Intan minggu depan.

Sahabat jadi cinta itu sebenarnya gimana sih?Boleh dong kasih komen kalian disini,thank you. \o/

Rabu, 30 April 2014

hati-hati dalam memilih hati ~

"keputusanku waktu itu untuk meninggalkanmu karena aku tidak mungkin menolak keinginan orang tuaku,dan aku yakin kau juga pasti tahu akan hal itu"
"...dan keputusanku itu bukan karena dia,bukan karena hatiku yang memilih dia"
"tapi...karena anak dalam kandunganku ini,karena anak ini aku memilih dia. aku tak ingin anak yang tak bersalah ini tak mengenal siapa ayahnya"

Tidak penting lagi apa yang sudah terjadi diantara kalian berdua waktu itu, yang ada sekarang cuma ucapan selamat dan semoga bahagia sampai kalian berdua mati nanti.
Walaupun hatimu memilih aku seperti juga hati ini yang memilih kamu, tapi kadang hati bisa tumbuh dan bertahan dengan pilihan yang lain.

mungkin cinta sedang melakukan kesalahan

sebuah skenario penuh drama itu dibiarkan mengalir begitu saja, pasrah kepada kemana aliran itu membawanya

"kenapa tak kau nyatakan perasaanmu? cintamu?"
"hatinya sudah ada pemiliknya"
"cinta itu urusan kamu dengan dia, bukan urusan kekasihnya"
"jadi harus tetap ku katakan kepadanya?"
"sudah berapa kali kamu memendam perasaan diam-diam seperti ini?"
"aku juga tak tahu kenapa tiap kali jatuh cinta selalu disaat yang tidak tepat, aku rasa ini semacam kutukan"

siapa yang melakukan kesalahan? 
kita?
atau cinta itu sendiri?

Rabu, 23 April 2014

"clara"

Clara memandang  keluar jendela. Bias sinar matahari mulai terlihat masuk ke ruang keluarga dan kursi yang di dudukinya melalui  jendela. Jam dinding menunjukkan angka 7 itu berarti 4 jam sudah dia melamun, namun hati dan kaki Clara masih juga belum mau diajak berkompromi untuk meninggalkan kursi itu dari jam 3 pagi. Di dalam pikirannya masih saja hal yang sama, Angga dan setumpuk dendam yang menahan kelopak matanya untuk terus terbuka. Clara masih tak habis fikir, entah apa yang ada di otak lelakinya itu. Clara dengan tubuh indahnya, kulit putih yang selalu membuat teman – temannya iri, wajah yang cantik luar biasa, dan semua harta berharga yang dimilikinya termasuk hatinya semua diserahkan pada Angga.Karena tentu saja yang dia yakini saat itu, Angga adalah jodohnya, calon suami dan ayah dari anak – anaknya kelak. Bahkan mereka sudah merencanakan pernikahan tahun depan. Tapi yang Angga lakukan sekarang sama sekali diluar nalar. Berselingkuh dengan wanita yang bahkan tidak masuk dalam kategori menarik.
Menurut pandangan Clara, Nera hanya wanita biasa, perempuan kebanyakan yang biasa ditemui di bis kota, di pinggir jalan, di pasar. Nera datang dari keluarga biasa, wajah standar orang biasa tanpa perawatan sana sini  seperti yang selalu rutin Clara lakukan di salon – salon langganan Clara yang tentu saja bertarif diatas rata – rata. Clara tidak pernah mau mempercayakan perawatan tubuhnya di salon atau tempat perawatan tubuh yang murah, karena menurutnya, kulit dan tubuhnya adalah investasi masa depannya dan tentu saja untuk membahagiakan Angga.
 Namun entah apa yang membuat Angga begitu tertarik pada Nera, hingga membuat hati dan  hari – harinya yang dulu hanya untuk Clara seorang berubah menjadi segalanya untuk Nera.
Clara sakit hati, Clara merasa begitu terhina. Semalaman dia berfikir, apa yang membuat Angga menjadi seperti ini, apa kekurangannya?Dan..kenapa Nera? Kenapa perempuan biasa itu? Apa yang  Angga dapat dari Nera?
_____________________
Semalam, di restoran biasa mereka bertemu, Angga mengakui semuanya. Kisah cintanya diam – diamnya dengan Nera.
“Maaf, selama ini aku berbohong padamu, aku sudah tidak menjaga hati dan cinta kita dengan baik. Aku jatuh cinta lagi sayang” , kata Angga dengan terbata.
“ Kamu sedang bercanda ya sayang?” , jawab Clara yang saat itu sama sekali tidak menaruh curiga. Angga memang selau member kejutan yang romantis tiap mereka bertemu.
“ Aku serius Clara, aku sedang jatuh cinta lagi.” , kali ini Angga menjawab sambil menatap mata Clara dalam – dalam.
Clara mulai gusar, namun masih belum mempercayai pendengarannya. Sulit menerima kata – kata Angga masuk ke otak dan hatinya.
“ Jatuh cinta? Dengan siapa?”
“ Seseorang yang mungkin bukan sainganmu, seseorang yang biasa saja, tapi aku begitu mencintainya Clara, aku begitu mengaguminya karena dia biasa.”
“ Baiklah, aku ingin bertemu dengannya. “
Angga mengangguk, kemudian memencet nomer di handphonenya. Angga terlihat berbicara dengan seseorang di telfon. Namun entah apa yang dia bicarakan Clara tidak mau tau. Selang beberapa menit, dengan tenang seorang wanita berpenampilan sangat biasa terlihat memasuki restoran. Wanita itu berjalan mendekati mereka berdua dan lansung duduk d kursi sebelah Angga. Sekilas Clara melihat Angga dan Nera bertukar pandang dan mengangguk seakan mereka sudah jauh hari mempersiapkan pertemuan ini. Clara hampir saja kehilangan kendali, sangat menyakitkan ketika harus melihat dan menyaksikan kenyataan ini. Seorang perempuan yang sangat biasalah yang mengalahkannya.
 --------------------------------------------
Clara memperhatikan penampilan Nera dari ujung rambut hingga kaki. Rambut Nera berwarna mahogany yang entah di cat dengan cat rambut merk apa karena menurut Clara warna itu sudah sangat ketinggalan jaman. Rambutnya juga terlihat kering dan bercabang disana sini. Make up yang menempel di wajah Nera terlihat sangat murahan. Clara tak bisa membayangkan apa jadinya kalau kulit wajahnya ditempeli make up semacam itu, kulitnya terlalu sensitif, bisa jadi iritasi dan jerawat. Saat itu Nera memakai baju warna ungu yang warnanya tentu saja sudah sangat tidak sedap dilihat dan dipadukan dengan celana jins yang modelnya hampir sama dengan celana jins Clara yang sudah dipakainya entah 3 atau 4 tahun yan lalu yang tentu saja sekarang sudah tidak berada di lemarinya. Entah di tumpukan bajunya yang terbawah atau bahkan digudang.
“ Jadi sudah berapa bulan kalian berhubungan di belakangku? “,  Clara membuka pembicaraan setelah berhasil meredakan amarahnya.
Tidak ada yang menjawab. Baik Nera ataupun Angga terlihat diam dan tertunduk.
“ Sudah berapa bulan kalian berhubungan di belakangku?!”, Clara mengulang pertanyaan yang sama dengan nada yang lebih keras. Beberapa tamu restoran lain melihat ke arah mereka, namun hanya beberapa saat. Tamu restoran yang rata – rata adalah pegawai kantoran yang sedang beristirahat siang itu  kembali meneruskan makan siangnya.
“ Tiga bulan terakhir, dan kami sudah melangkah terlalu jauh Clara, aku hamil 2 bulan.” , akhirnya Nera yang angkat bicara sambil tentu saja tersenyum.
“ Kami akan menikah.” , Angga menambahkah.
“ Kalian tega, kalian lebih menjijikkan dari anjing! Baiklah, kalian boleh pergi, aku tak mau berlama – lama dengan manusia macam kalian”, Clara berkata setengah berbisik.
“ Baik ,kami pergi. Maafkan aku Clara. Akhir bulan ini kami akan menikah, aku harap kamu bisa datang.”, kata Angga. Kemudian dia menggandeng tangan Nera kekasih barunya, dan pergi meninggalkan restoran.
Gerangan apa yang ada di otak Angga, begitu saja dia menyakiti Clara, meninggalkannya dan sekarang dia meminta Clara datang ke pernikahannya dengan wanita lain. Setolol itukah lelaki yang sudah menemaninya selama bertahun – tahun. Clara merasa selama ini dialah yang paling mengenal Angga, ternyala justru dialah yang paling tidak tau apa – apa.

---------------------------------------
Clara kembali melirik jam dinding, hampir  jam 8 pagi. Sedikit memaksakan diri, Clara berjalan ke kamar mandi. Di depan wastafel dia sempat berkaca, melihat sisa tangis di matanya. Sembab dan bengkak. Oh tidak! Clara teringat hari ini dia ada pertemuan dengan klien penting. Tidak boleh ada yang tidak sempurna. Sepertinya hari ini dia akan butuh banyak conclear untuk bagian bawah matanya. Well, itu masih bisa diatasi. Menghadapi dan bernegosiasi dengan klien besar memang keahlian Clara. Dengan fisik yang bisa dibilang diatas rata – rata, hampir tidak ada klien yang meleset. Tapi menghadapi rasa sakit hati yang masih tersisa justru yang lebih menakutkan.
Apa Clara sanggup menghadap hari – harinya tanpa Angga? 5 tahun menjalin hubungan dengan Angga, selama itulah Angga begitu sangat sempurna. Baik, lembut, pengertian, wajah dan tubuh yang sudah tidak diragukan lagi kesempurnaannya.
“Ahh Angga lagi, sudahlah Clara, mulailah menerima kenyataan”, bisik clara pada pantulan dirinya di cermin.
Clara memutuskan untuk segera mandi. Bersama air mandinya dia berharap segala kenangan dan perasaannya terhadap Angga bias ikut luruh dan mengalir pergi.
Selesai mandi, Clara mengenakan baju terbaiknya untuk klien kali ini, karena klien ini sangat penting untuknya serta kelangsungan perusahaan yang mempekerjakannya. Dia sudah kehilangan Angga, Clara tidak mau kalau dia juga sampai harus kehilangan pekerjaan. Walaupun setiap kali bayangan Angga melintas, rasa sakitnya terasa menyayat, tapi Clara yakin dia bisa bertahan.

____________________
Dan begitulah Clara ,melanjutkan hidupnya selama hampir 3 bulan berjalan dengan rasa sakit yang mulai memudar dari hari ke hari seiring berjalannya waktu. Sedikt demi sedikit Clara mulai bisa hidup tanpa Angga dan mulai bisa menerima kenyataan walaupun masih belum bisa mengikhlaskan. Berat memang, namun pada kenyataannya dia bisa dengan sukses kembali ke kehidupannya dan membangun kehidupan yang baru. 
Waktu masih menunjukkan pukul 17.15, Clara baru saja sampai di cafĂ© kopi tempat dia dan teman – temannya biasa menghabiskan sore bersama. Sejak putus dari Angga Clara memang lebih sering menghabiskan waktu bersama teman temannya. Seperti sore ini, menunggu teman – temannya datang, Clara memilih kursi di dekat jendela kaca. Untuk Clara, jendela dan bias sinar matahari selau terlihat romantis dan menenangkan. Tiba – tiba ponsel Clara berbunyi. Tertera nomor yang sudah sangat dikenalnya walaupun nama itu sudah ia hapus dari kontak telfonnya 3 bulan lalu. Angga. Untuk apa angga menghubunginya lagi?
“ Halo…”, kata Clara enggan dan sedikit ragu.
“ Clara? Apa kabar? Aku kangen.”
“ Baik, dan aku tidak.” , jawab clara datar.
“ Maaf Clara, ak bersalah padamu”
“ Ya, aku tau, lalu?”
“ Nera… “
“ Istrimu?Kenapa?”
“ Bukan, kami bahkan tidak pernah menikah, dia memilih untuk pergi meninggalkanku bersama laki – laki lain, ayah dari anak yang dikandungnya. Dan kamu tau Clara, laki – laki itu bukan siapa – siapa, laki – laki biasa yang jauh dibanding aku”.
Klek…..tuuut…tuuuuut…tuuuut… Clara menutup sambungan telfon. Masih terus menatap layar ponselnya, Clara tersenyum.

  Lama nggaknya  suatu hubungan itu tidak menentukan   langgeng nggaknya suatu hubungan, mau jadi mantan atau manten di acara resepsi itu pilihan.

Senin, 24 Maret 2014

semoga lancar operasinya ya pak ~

Kepada:
Bapak Andreas Setiawan

Pak, mungkin sifat keras yang ada di aku ini aku dapat darimu. Kadang bapak bisa jadi orang yang paling egois dan ngeselin sedunia dan tiba-tiba bisa jadi orang yang paling kangen sama aku kalo aku pergi lama dari rumah dan gak ada kabar sama sekali. Aku tahu kita jarang bicara dari hati ke hati, tapi kadang tanpa bicarapun kita juga udah tahu apa yang dimau masing-masing.

Bapak sekarang harus janji sama aku jangan sembarangan makan biar gak naik lagi gulanya terus musti rajin minum obatnya dan nurutin semua yang disuruh sama dokter lho ya biar cepat sembuh. Sekarang aku lagi di luar ruang operasi sama ibu nunggu bapak kelar operasinya. Semoga hari ini operasinya lancar ya, biar kita bisa "ribut" lagi kayak dulu. Amin



                                                                                                         anakmu sing mbeling dewe




                                                                                                              bernardusferryirawan