sebuah skenario penuh drama itu dibiarkan mengalir begitu saja, pasrah kepada kemana aliran itu membawanya
"kenapa tak kau nyatakan perasaanmu? cintamu?"
"hatinya sudah ada pemiliknya"
"cinta itu urusan kamu dengan dia, bukan urusan kekasihnya"
"jadi harus tetap ku katakan kepadanya?"
"sudah berapa kali kamu memendam perasaan diam-diam seperti ini?"
"aku juga tak tahu kenapa tiap kali jatuh cinta selalu disaat yang tidak tepat, aku rasa ini semacam kutukan"
siapa yang melakukan kesalahan?
kita?
atau cinta itu sendiri?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar